Skip to content

Film Mississippi Grind: Bangkrutnya Pemain Judi Ulung

Film Mississippi Grind merupakan film yang menceritakan tentang dua orang penjudi. Dirilis pada tahun 2015 lalu, membawa film ini digemari banyak pecinta film addiction drama. Meski menceritakan tentang kecanduan judi, film ini tidak terkesan klise.

Mississippi Grind digarap oleh dua sutradara yang terbaik di bidangnya. Dua sutradara yang juga merupakan penulis naskah ini adalah Anna Boden dan Ryan Fleck. Mereka memberikan unsur lain dalam film sehingga drama kecanduan judi ini lebih natural.

Kisah Perjalanan Bermain Judi dalam Film Mississippi Grind

Film ini menceritakan Gerry, diperankan oleh Ben Mendelsohn dan Curtis, diperankan oleh Ryan Reynolds. Gerry adalah seorang pemain judi yang sudah kecanduan. Ia sangat menyukai permainan poker. Meski sudah mempelajari banyak trik dan strategi bermain, pada suatui hari ia kalah hingga bangkrut.

Akibat kebangkrutan ini, Gerry terjebak ke dalam utang. Selain itu, usaha bisnisnya juga terhenti. Tak cukup sampai di situ, ia kemudian memiliki hubungan yang tidak baik dengan anak dan mantan istrinya.

Ia merasa putus asa karena kehilangan semuanya. Kemudian muncullah Curtis dalam kehidupan Garry. Garry melihat Curtis sebagai keberuntungan. Ia pun mengajak Curtis untuk melakukan perjalanan ke New Orleans. Perjalanan ini tentu saja untuk bermain judi poker.

Curtis memiliki banyak uang sebagai taruhan dan Gerry memiliki strategi bermain poker. Maka datanglah mereka menuju kompetisi poker terbesar. Mereka kemudian melakukan road trip melewati Sungai Mississippi. Perjalanan ini diisi dengan bumbu drama di dalamnya sehingga memperlihatkan karakter masing-masing tokoh.

Kedua tokoh ini memiliki karakter yang berbeda jauh. Gerry adalah tokoh pemurung, tetapi memiliki tujuan. Sehingga hidupnya memiliki banyak beban dan menjadi faktor kekalahannya dalam judi. Sedangkan Curtis adalah orang yang ceria. Ia memiliki banyak keberuntungan meski tidak memiliki tujuan hidup yang jelas.

Sehingga keduanya memiliki kecocokan untuk melengkapi satu sama lain. Perjalanan judi mereka mengalami pasang surut bersama. Selama menikmati perjalanan, mereka mampir ke banyak bandar judi.

Konflik cerita yang naik turun pada film ini membuat pemain ikut merasakan emosi. Hingga pada akhir cerita, keduanya akhirnya menemukan tujuan masing-masing dalam hidup.

Mississippi Grind, Kisah Judi yang Dibawa ke Film Layar Lebar Bergengsi

Pada beberapa kelompok masyarakat, kegiatan judi adalah kegiatan yang dilarang. Meski demikian, membawakan isu ini dalam film ternyata bukan keputusan buruk. Film yang mengangkat tentang kecanduan judi hingga bangkrut ini justru memperlihatkan betapa bobroknya sistem dalam judi.

Melalui Mississipi Grind diceritakan tentang bagaimana seseorang bisa kehilangan segalanya setelah bermain judi. Film ini pertama kali ditayangkan pada Sundance Film Festival. Rilis pertama ini digelar pada 24 Januari 2015.

Empat hari setelah rilis, A24 films and DirecTV Cinema mendapat hak izin distribusi. Pada 4 Juli 2015, film ini ditayangkan pada Karlovy Vary International Film Festival. Setelah lebih dari setengah tahun dirilis, Melbourne International Film Festival menayangkan film ini pada 1 Agustus 2015.

Hal yang membanggakan dari rilisnya film ini adalah ditayangkan pada ajang Festival Film Internasional Toronto 2015. Festival ini merupakan ajang bergengsi pada perfilman internasional.

Proses Panjang Produksi Film Mississippi Grind, Berasal dari Ide Judi

Berhasilnya film Mississippi Grind dalam berbagai ajang bergengsi tentu tidak lepas dari usaha dua sutradaranya. Anna Boden dan Ryan Fleck yang cukup dikenal dalam dunia film drama. Ide keduanya muncul di tahun 2012 saat sedang diskusi film.

Di tanggal 7 Januari 2013, Ben Mendelsohn diajak bergabung dalam project ini. Awalnya ia berperan sebagai Gyllenhaal. Satu bulan setelahnya, Panorama Media bersama Electric City Entertainment mengumumkan akan memproduksi film ini.

Ryan Reynolds kemudian bergabung, mendapat peran utama sebagai penjudi. Ia bergabung pada tanggal 27 Juni 2013. Sembari menunggu pematangan konsep, Sienna Miller turut bergabung menjadi salah satu tokoh utama wanita pada 6 November 2013.

Film ini kemudian mulai diproduksi pada Januari 2014 lalu di New Orleans sesuai setting tempat dalam film. Selain itu, proses syuting berada di beberapa tempat berbeda. Seperti Alabama pada Maret 2014. Tempat lain yang menjadi lokasi syuting adalah Baton Rouge, Louisiana.

Tempat yang menjadi lokasi wajib selanjutnya adalah Sungai Mississippi. Lokasi ini menjadi tempat krusial di mana dua tokoh utama menghabiskan perjalanan judi di sini.

Baca juga: Rekonstruksi Film Judi sebagai Kritik Sosial Masyarakat

Beberapa tokoh artis internasional yang terlibat dalam film ini. Selain tokoh utama, nama Analeigh Tipton, Lauren Gros, dan Alfre Woodard juga muncul sebagai pemeran dalam film ini.

Estimasi biaya yang digunakan dalam produksi film ini sekitar 6 juta US dollar atau setara dengan Rp 86 miliar. Dengan proses produksi yang panjang ini, film Mississippi Grind memperoleh rating 6.4 di IMDb. Beberapa penikmat film memiliki pandangan masing-masing terhadap film ini.

Yang pasti, film yang bercerita tentang kecanduan judi ini sangat cocok ditonton untuk menghabiskan akhir pekan. Selamat mencoba!

Film Molly’s Game: Kisah Epic Bandar Judi Perempuan

Molly’s Game karya sutradara Aaron Sorkin memiliki cerita yang sungguh menakjubkan. Diangkat dari buku non-fiksi karya Molly Bloom, film ini memiliki banyak penggemar. Film yang menceritakan tentang kehidupan bandar judi ini akan membuka perspektif baru.

Drama yang cukup menghibur ini ditangani dengan baik oleh Aaron Sorkin. Sutradara yang memiliki spesialisasi pada film biografi ini mampu membawa Molly’s Game tidak membosankan.

Kegigihan Molly sebagai Bandar Judi

Film ini mengisahkan tentang Molly Bloom, seorang bandar judi perempuan yang diperankan oleh  Jessica Chastain. Karakter Molly adalah seorang pejuang yang berambisi. Pada awalnya, Molly adalah seorang atlet ski.

Ia berjuang dan selalu berlatih agar mampu menang dalam olimpiade. Namun, nasib baik tidak memihak padanya. Mimpinya hancur sebagai atlet ski internasional. Meski demikian, ia kemudian pergi ke Los Angeles.

Di sana, Molly tertarik pada bisnis judi. Pada awalnya ia hidup sebagai pelayan di sebuah klub. Dengan ketekunan dan tekadnya, Molly kemudian belajar membangun bisnisnya. Meski hanya diawali sebagai pelayan pada klub, ia sangat ahli dalam menghadapi berbagai karakter tamu yang datang.

Berkat keahliannya dalam melayani pengunjung, Dean Keith (yang diperankan oleh Jeremy Strong), seorang pengunjung klub tertarik padanya. Ia adalah pebisnis di bidang real estate reveloper. Selain itu, ia memiliki bisnis lain yaitu judi poker underground.

Dean mengajak Molly untuk bekerja sama. Di awal hubungan kerja sama itu, Molly diberi posisi sebagai sekretaris. Berkat keuletannya, Dean kemudian memberikan kepercayaan pada Molly untuk menjalankan bisnis pokernya.

Selain ulet dan pekerja keras, Molly adalah karakter yang cepat beradaptasi. Meski awalnya ia tidak bisa dan tidak mengenal poker, ia terus belajar. Dari bisnis inilah ia kemudian belajar berkat Dean.

Hal yang dipelajari Molly adalah trik yang dipakai para pemain poker. Dari obrolan-obrolan yang biasa dibicarakan pemain poker, ia tahu bagaimana gerak-gerik pemain poker. Dalam waktu yang singkat, ia pun menjadi orang yang memahami teknik poker profesional.

Ketika Molly menikmati waktunya dalam bisnis poker ini, Dean memecat Molly. Molly tak patah semangat, berkat kecerdasannya ia justru mampu mengambil alih permainan poker milik Dean. Setelah itu, ia menjadi bandar poker yang disegani dan sukses.

Alur Cerita Bandar Judi yang Maju Mundur dalam Film Molly’s Game

Aaron Sorkin merupakan sutradara yang tidak lagi diragukan kemampuannya. Ia memiliki ciri khas pada pembawaan alur cerita yang acak. Biasanya ia membawa cerita dengan alur maju dan mundur. Sehingga film Molly’s Game yang digarapnya menjadi tidak membosankan.

Beberapa adegan flashback langsung disajikan dalam pembuka. Seperti kisah Molly yang sedang konsultasi dengan pengacaranya, Charlie Jaffey (diperankan oleh Idris Elba). Meski diawali dengan adegan flashback, kisahnya justru dibawakan dengan baik oleh Sorkin.

Meski film Molly’s Game memiliki unsur drama dan biografi, tetapi cukup menegangkan dalam kategori film serupa. Dengan durasi selama 140 menit, Sorkin membuat film ini tidak bertele-tele. Salah satu kuncinya adalah menceritakannya dengan non-linier.

Non-linier yang dimaksud di sini tentu saja unsur flashback-nya. Hampir separuh film ini menggunakan alur maju mundur. Meskipun demikian, cerita yang dibawakan tetap mudah dipahami oleh penonton.

Alur maju mundur ini membawa 2 garis besar cerita. Dunia perjudian dan bandar judi yang terkini serta drama antar tokoh (pengacara dan klien) yang berdialog panjang dan beruntut. Ciri khas dari Aaron Sorkin adalah membumbui filmnya dengan deretan percakapan panjang tetapi terlihat berbobot.

Bahkan selain alur mundur di awal cerita, Sorkin memberikan monolog Molly yang panjang sebagai pembuka. Monolog ini bahkan memakan durasi beberapa menit tetapi mampu membius penonton. Wah cukup menarik sekali ya karakteristik dari Sorkin ini.

Aaron Sorkin, Sutradara Film Terbaik untuk Kisah Judi Molly’s Game

Dipilihnya Aaron Sorkin sebagai sutradara dalam Molly’s Game tentu saja bukan keputusan yang salah. Pilihan ini sangat tepat dan benar. Reputasi Sorkin yang luar biasa membuat Molly’s Game tampil dengan memuaskan.

Perjalanan karir Aaron Sorkin di bidang hiburan cukup menakjubkan. Ia dikenal sebagai penulis naskah film dan teater paling ternama. Beberapa karya yang diadaptasi menjadi film adalah The Farnsworth Invention dan A Few Good Men.

Sedangkan di ranah pertelevisian, Sorkin juga menjadi tokoh paling mahsyur. Beberapa judul ternama merupakan karyanya, seperti serial The West Wing, Sport Night, Studio 60 on the Sunset Strip, dan The Newsroom.

Bahkan karyanya yang berjudul The Social Network meraih penghargaan sebagai skenario saduran terbaik dalam piala oscar. Di tahun 2016, ia menyabet penghargaan piala Golden Globe pada skenario terbaik untuk film Steve Jobs.

Setelah perjalanannya yang sangat memuaskan ini, Sorkin memulai debutnya sebagai sutradara film. Molly’s Game menjadi film pertama yang ia sutradarai. Meskipun demikian, ia tetap memberikan karya yang luar biasa di film ini.

Baca juga: Rekonstruksi Film Judi sebagai Kritik Sosial Masyarakat

Wah menarik sekali bukan, tertarik untuk menontonnya?

Killing Them Softly, Drama Kriminal pada Rumah Judi

Killing Them Softly merupakan film yang diadaptasi dari novel berjudul Cogan’s Trade Novel ini terbit pada tahun 1974 karya pengarang George V. Higgins. Film ini diangkat ke layar lebar dengan menceritakan penegakan hukum dengan melibatkan tokoh judi.

Film ini disutradarai oleh Andrew Dominik. Naskah film ini juga ditulis olehnya dengan mengangkat genre drama, mystery, dan comedy. Dengan durasi selama 97 menit, Killing Them Softly dibawakan dengan alur yang baik.

Andrew Dominik menggandeng artis internasional ternama, seperti Brad Pitt dalam proyeknya. Dengan kualitas yang tidak perlu diragukan lagi, film ini memberikan kesan menegangkan tetapi menghibur.

Penegakan Hukum pada Kota Judi dalam Film Killing Them Softly

Film ini menceritakan tentang kondisi ekonomi kota yang sedang goyah. Akibatnya sangat banyak tindak kriminal di kota tersebut. Sehingga, Jackie Cogan (diperankan oleh Brad Pitt), seorang penegak hukum, harus turun tangan.

Perekonomian yang goyah di sana juga dibarengi dengan musim politik menjelang pemilihan presiden Amerika Serikat. Banyak kebutuhan dan masalah ekonomi, membuat Johnny “Squirrel” Amato (diperankan oleh Vincent Curatola) berencana merampok.

Niatnya adalah merampok rumah judi poker milik Markie Trattman (diperankan oleh Ray Liotta). Rumah judi ini merupakan tempat yang krusial dalam perekonomian dan kriminalitas di kota tersebut.

Untuk melancarkan niatnya, Squirrel menyewa dua perampok bayaran. Mereka adalah Frankie (diperankan oleh Scoot McNairy) dan Russel (diperankan oleh Ben Mendelsohn). Kedua perampok ini agak diremehkan di awal kemunculannya.

Tentu saja karena keduanya merupakan perampok kelas bawah yang sangat tidak mungkin merampok seorang Markie. Di mana Markie adalah penguasa judi di kota. Karakter Frankie dan Russel membawa penonton akan terhibur. Sebab keduanya memiliki karakter yang berbeda.

Frankie terlihat ceria dan banyak bicara, sementara Russel lebih memperlihatkan pada karakter ‘kotor’. Awalnya Squirrel ragu dengan keduanya, tetapi setelah diyakinkan oleh Russel, rencana tetap berlanjut.

Alasan Squirrel melakukan perampokkan adalah Markie pernah melakukan penipuan dengan opini publiknya. Di masa lalu, Markie pernah kehilangan hartanya. Setelah beberapa tahun, ia baru mengaku ketika sedang mabuk bahwa ia sendiri yang merampok.

Sontak hal ini membuat teman-temannya tertawa. Kemudian Squirrel berpikir, jika Markie mengalami perampokan, tentu orang akan menganggap Markie melakukan hal yang sama. Dengan demikian, orang-orang tidak akan mencurigainya.

Perampokan pun terjadi. Kehadiran Jackie sebagai seorang penegak hukum kemudian menjadi penyelidik kasus kriminal ini. Sehingga cerita yang dibawakan menjadi sangat halus dan baik untuk dicerna.

Respons Positif Film Killing Them Softly yang Mengangkat Kisah Kriminal di Bandar Judi

Kehadiran film ini disambut baik oleh pecinta film ataupun kritikus film. Kepiawaian Andrew Dominik dalam menyusun cerita membuat film ini cukup laris. Dalam hal teknis, beberapa bagian nampak sangat stylish dengan gayanya yang menarik.

Di awal cerita, film ini sudah menyuguhkan adegan yang dikatakan ‘gila’. Sehingga pembukaannya terlihat sangat dramatis. Selain itu, nilai-nilai sosial seperti unsur politik dan ekonomi yang disisipkan juga menambah nilai positif dari film ini.

Meski termasuk dalam genre film action, Killing Them Softly tidak banyak menampilkan aksi laga. Jika di banyak film action Hollywood lainnya memperlihatkan adegan kelahi dan tembak menembak, di film ini tidak.

Karakter yang berbeda-beda dari para pemainnya, membuat film ini berwarna. Misalkan pada Frankie dan Russel. Keduanya memberikan sisi humor yang berbeda dari humor kebanyakan. Tokoh Jackie yang serius membuat film ini menjadi menegangkan.

Permainan karakter dan dialog yang tajam dari masing-masing pemain yang membuat film ini berbeda. Sedangkan humor yang disajikan di beberapa bagian dapat dikatakan sebagai ‘dark comedy’. Sehingga penonton perlu mencerna beberapa bagiannya.

Dengan dialog yang panjang itu, tidak semua kalangan penonton bisa memahaminya. Perlu memperhatikan dengan seksama tentang penggalan dialog ini.

Beberapa kritikus film memberikan penilaian yang cukup apik di film ini. Bahkan, Killing Them Softly memenangkan penghargaan film di Festival Film Cannes ke 65. Sehingga tidak diragukan lagi kualitas film ini.

Proses Produksi Film Killing Them Softly

Film yang rilis pada tahun 2012 ini memiliki kualitas yang cukup baik. Dengan menggandeng artis ternama, Killing Them Softly dapat memberikan warna berbeda pada film dengan topik judi dan kriminal.

Film Killing Them Softly mendapat rating 6.2 di IMDb. Selain itu di situs Rotten Tomatoes mendapat skor 73 persen. Pendapatan yang diperoleh dalam film ini mencapai pada 13.5 juta US dollar.

Baca juga: Rekonstruksi Film Judi sebagai Kritik Sosial Masyarakat

Tak mengherankan pula jika film ini terkenal. Perusahaan film yang mendistribusikannya adalah The Weinstein Company. Di mana perusahaan ini sudah cukup dikenal dalam ranah perfilman internasional.

Bagi kamu pecinta film action yang ingin melihat film laga dengan sedikit aksi baku hantam, tentu film ini sangat sesuai. Alur cerita yang mudah dicerna dapat membantumu mengisi akhir pekan dengan menonton film. Selamat menyaksikan!

From Vegas to Macau: Pesona Dua Kota Judi dalam Film

Film “From Vegas to Macau” ini dilis pada tahun 2014 lalu. Film yang menceritakan tentang judi ini sangat cocok dan menghibur bagi penontonnya. From Vegas to Macau merupakan sebuah film dengan gender crime dan comedy.

Disutradarai oleh Wong Jing, film ini rilis di Hongkong dan China pada Januari 2014. Tak mengherankan pula jika film ini banyak mendapat respons baik. Selain sutradaranya yang terkenal, produsen film ini adalah Andrew Lau.

Film ini juga memiliki sekuel. Dengan judul yang sama, From Vegas to Macau II rilis pada tahun 2015. Sedangkan sekuel ketiganya rilis pada tahun 2016. Keuntungan dari kedua film ini sangatlah banyak karena memiliki penonton yang tersebar di seluruh dunia.

From Vegas to Macau yang Menegangkan di Kasino Judi

Film ini menceritakan soal super hacker dunia bernama Show Hand. Tokoh ini diperankan oleh Nicholas Tse. Sedangkan tokoh utama yang juga bermain bersama Show Hand adalah Karl (diperankan oleh Chapma To).

Mereka berdua akan pergi ke Las Vegas. Tujuannya adalah untuk bertemu dengan seorang teman lama, yaitu Benz. Setelah tiba di Las Vegas, keduanya bertemu dengan dewa judi yang terkenal, Ko Chun atau Hendrick. Tokoh ini diperankan oleh Chow Yun Fat.

Saat itu, Ko Chun sedang bertugas menjadi konsultan keamanan kasino di Las Vegas. Sehingga pekerjaan sebelumnya sebagai pemain judi beralih. Mereka bertiga kemudian bertemu dengan Mr. Ko. Mr. Ko adalah seorang buronan korupsi. Bahkan ia adalah buronan interpol.

Dalam perannya, Show Hand adalah seorang mantan polisi. Kemudian ia mendapat tugas dari interpol untuk menyelidiki Mr. Ko. Pesan ini disampaikan oleh anggota interpol, Ken, yang juga sahabat Show Hand. Show Hand kemudian menyusup ke dalamnya untuk menggali informasi.

Konflik semakin panas ketika informasi tersebut salah alamat. Informasi yang harusnya bisa menjadi alat untuk menangkap Mr. Ko justru jatuh ke tangan anak Ko Chun, Charlie. Tentu ini menjadi berbahaya karena menjadi ancaman bagi Charlie. Ia kemudian diburu oleh anak buah Mr. Ko.

Karena kondisi Charlie yang terancam, Ko Chun akhirnya ikut turun tangan dalam menangani kasus ini. Sehingga Show Hand dibantu Ko Chun bekerja sama dalam menangkap Mr. Ko.

Sekuel From Vegas to Macau II, Kisah Judi Masih Berlanjut

Dalam sekuel filmnya, Mr.Ko tewas dalam perjalanan menuju ke pengadilan karena dibunuh. Pembunuhan ini dicurigai sebagai tindakan pembungkaman kasus cuci uang. Beberapa tokoh baru muncul dalam sekuel ini.

Salah satunya adalah Mark yang diperankan oleh Nick Cheung. Mark merupakan saudara dari Mr. Ko dan seorang ahli IT. Ia dicurigai sebagai tokoh dibalik kematian Mr. Ko ini. Cool yang diperankan oleh Shawn Yue, yang juga anak asuh Benz diangkat menjadi anggota penyidik.

Cool dipilih menjadi special investigation agent untuk mengungkap kasus ini. Perjalanannya pun bukan hanya di Las Vegas dan Macau saja. Setting tempat kemudian berpindah ke Thailand sebagai lokasi buronan Mark.

Di sekuel ini banyak sekali konflik dan muncul plot twist yang menegangkan. Sehingga bagi yang sudah menonton di seri pertama pasti akan sangat tertantang melanjutkan di sekuel keduanya.

Di sekuel ketiganya, From Vegas to Macau juga memiliki konflik yang lebih seru dan menegangkan. Sehingga bagi yang hendak menonton, disarankan untuk memulainya dari sekuel pertama.

Produksi From Vegas to Macau yang Bernuansa Kasino Judi

Film From Vegas to Macau ini tentu identik dengan kasino dan judi. Salah satu tokoh dalam film ini berperan sebagai ahli judi. Maka tidak heran ketika kasino menjadi pemandangan yang sering muncul di dalamnya.

From Vegas to Macau ini diproduksi oleh Mega-Vision Pictures. Selain itu juga melibatkan Bona Film Group, Television Broadcasts Limited, Golden Pictures Entertainment dan Sun Entertainment Culture.

Film dengan durasi selama 93 menit ini akan membawa penontonnya ke dalam imajinasi baru tentang dua kota judi terbesar di dunia. Meski ceritanya bukan membahas soal judi, tetapi setting dan alur cerita tidak jauh dari dunia kasino.

Baca juga: Rekonstruksi Film Judi sebagai Kritik Sosial Masyarakat

Keuntungannya di box office pada sekuel pertamanya menyentuh angka 95.0 juta US dollar. Pada sekuel keduanya, film judi ini mendapat untung pada angka 156.85 juta US dollar. Untuk sekuel ketiganya mencapai 166 juta US dollar. Film ini sudah banyak ditonton di seluruh dunia, maka tak mengherankan jika keuntungannya mencapai angka tersebut.

Pemeran dalam film judi ini merupakan artis yang tak diragukan lagi kualitasnya. Sekelas Chow Yun Fat, seorang artis dari Hongkong yang banyak pengalaman di dunia film menjadi tokoh utamanya. Selain itu tokoh seperti Nicholas Tse, Jiang Tian, Chapman To juga turut mewarnai film yang menegangkan ini.

Film ini sangat cocok ditonton bagi kamu pecinta film action dengan bumbu comedy di dalamnya. Selamat menyaksikan!

Film The Gambler: Rumitnya Hidup Pemain Judi Kelas Kakap

The Gambler adalah sebuah film tentang pemain judi yang sungguh rumit. Film ini tayang pada tahun Desember 2014 lalu. The Gambler tayang perdana di Amerika Serikat. Film yang mengisahkan tentang pemain judi ini disutradarai oleh Rupert Wyatt.

Produser yang menggarap film ini tidak hanya satu, ada Irwin Winkler dan Mark Wahlberg. Selain itu ada pula nama Stephen Levinson, Robert Chartoff, dan David Winkler yang ikut serta.

Dalam kehidupan, seorang pemain judi biasanya diidentikkan dengan utang dan masalah ekonomi. Maka ini sejalan dengan kisah dalam film ini. Wyatt menggarap film ini dengan melihat realita masyarakat penjudi di Los Angeles.

Kisah Profesor Pecandu Judi dalam The Gambler

Film ini mengisahkan tentang Jim Bennet (diperankan oleh Wahlberg). Ia adalah seorang profesor di bidang sastra. Hidupnya yang antimainstream membuatnya nekat menghancurkan diri lewat judi. Kehidupan Los Angeles yang mendukung tumbuhnya judi tentu sejalan sengan Jim.

Jim Bennet memulai perjalanan judinya dengan meminjam uang 24 ribu dollar kepada Lee. Lee adalah seorang pemilik bandar judi. Selain itu, ia juga meminjam 50 ribu dollar kepada Neville Baraka. Bahkan ia memberikan nyawanya sebagai taruhan.

Waktu yang ditetapkan oleh Lee untuk membayar utang tersebut hanyalah 7 hari. Kemudian Jim mendatangi ibunya untuk meminta uang. Tetapi nasib tidak baik sedang berpihak padanya, ibunya bersikeras untuk tidak memberikan uang padanya lagi.

Keputusasaan membawa Jim hendak menemui Frank. Frank adalah seorang rentenir di kota itu. Tetapi, setelah melakukan diskusi, ia mengurungkan niatnya. Konflik cerita makin rumit ketika ia bertemu dengan Amy Phillips (diperankan oleh Larson).

Amy adalah salah satu muridnya di perguruan tinggi. Mereka telibat dalam suatu hubungan. Pada suatu hari mereka berdua datang ke kasino untuk mempertaruhkan uang yang ada dalam judi di sana.

Pada suatu hari, Baraka menagih utangnya kepada Jim. Ia bahkan menculik dan menyiksanya. Ia mengancam Jim agar mampu meyakinkan Lamar untuk memenangkan salah satu pertandingan basket kampus. Jika poin yang didapat tidak memenuhi, Baraka akan membunuh Amy.

Hidupnya makin rumit ketika ia akhirnya meminjam uang ke Frank sebanyak 260 ribu dollar. Frank mengancam akan membunuh semua orang terdekat Jim jika tidak bisa membayar lunas.

Jim pun membawa uang tersebut kepada Lee dengan tujuan berjudi. Ia akan mempertaruhkan 150 ribu dollarnya, sekaligus sebagai cara membayar utang. Jim menggunakan segala cara termasuk menyuap Lamar agar memainkan skema judi.

Kehidupan perjudiannya masih berlanjut di berbagai tempat agar mendapat banyak uang. Tentu saja cara ini digunakannya untuk membayar utang ke Frank maupun rentenir lain. Jalan yang dilalui Jim tidak mulus, ia mengalami kebangkrutan.

Dinamika Film The Gambler dalam Dunia Judi

Film The Gambler ini merupakan hasil remake film dengan judul yang sama di tahun 1974. Selain itu film ini merupakan adaptasi dari novel karya Fyodor Dostoyevsky. Berada di tangan Wyatt, film ini menjadi salah satu film yang menuai respons positif.

Adanya film The Gambler ini menambah deretan film-film Hollywood yang di-remake. Pada rencana awalnya, film ini akan digarap oleh Martin Scorsese. Tetapi ia memilih untuk mengundurkan diri dan menyerahkannya pada Wyatt.

Cerita yang dibawakan dalam The Gambler hampir sama dengan kebanyakan film judi yang ada. Tidak ada premis yang istimewa di dalamnya, bahkan beberapa hal pernah diangkat pada film lain.

Tetapi yang kemudian memberikan kesan adalah peran Wahlberg. Sebelum berperan dalam The Gambler, ia terlibat dalam film Transformer. Sedangkan di film ini ia melakukan body make over secara total. Ia mengurangi berat badannya hingga 30 kg agar sesuai dengan karakter  Jim Bennet.

Meski demikian, kritikus film belum memberikan penilaian yang sempurna pada film judi The Gambler ini. Tentu saja karena kesan keseluruhan yang diberikan Wyatt dalam garapannya tidak sebagus film sebelumnya.

Beberapa kritikus film yang juga terlibat dalam piala Oscar mengatakan bahwa Wyatt terlalu main aman. Penggarapannya masih tidak berbeda jauh dari film aslinya. Sehingga belum muncul karakter yang menjadi ciri khas dari film ini.

Proses Produksi Film The Gambler

Film The Gambler ini menjadi salah satu film tentang kisah judi yang sudah banyak diangkat. Dengan konflik beruntut, membuat jalan ceritanya makin kompleks. Film ini berdurasi selama 111 menit dengan bahasa Inggris.

Biaya pembuatan untuk memproduksi film ini ditaksir antara 25-31 juta US dollar. Sementara keuntungan yang diperoleh dari box office hanya sebesar 39.3 juta US dollar.

Baca juga: Rekonstruksi Film Judi sebagai Kritik Sosial Masyarakat

Beberapa artis papan atas turut membintangi film ini. Seperti Mark Wahlberg, John Goodman, Brie Larson, Michael K. Williams, Jessica Lange, dan George Kennedy. Untuk distribusi film resminya dipegang oleh Paramount Pictures yang sudah banyak melanglang buana di industri film.

Film ini sangat cocok untuk dinikmati di waktu santai dan sangat bermanfaat memberikan hiburan. Selamat menonton!

Film Judi 21: Dinamika Mahasiswa Ahli Matematika Penjudi

Bermain judi dengan trik matematika adalah sebuah kombinasi yang sedikit aneh. Melalui film yang berjudul 21 ini, permainan judi dikolaborasikan dengan ilmu matematika. Film ini disutradarai oleh Robert Luketic.

Film 21 rilis pada 28 Maret 2008 lalu. Robert Luketic menggandeng Jim Sturgess, Kate Bosworth, dan Laurence Fishburne sebagai tokoh utama. Film ini cukup menarik perhatian banyak pihak karena ceritanya yang sungguh memberikan insight baru.

Dalam kehidupan sehari-hari, matematika selalu diidentikkan dengan anak yang cerdas dan tidak terlibat tindakan negatif. Melalui film ini pula akan dilihat sejauh mana seorang yang cerdas ini bermain judi.

Perjalanan Mahasiswa Matematika dalam Judi di Film 21

Film 21 ini mengisahkan tentang Ben, yang diperankan oleh Jim Sturgess. Ben adalah seorang mahasiswa cerdas dan ingin melanjutkan studi ke kedokteran Harvard. Ia sudah mengumpulkan uang dan mendaftarkan diri pada program beasiswa.

Nasib Ben sayangnya tidak baik. Ia terancam tidak mendapat beasiswa tersebut karena kalah bersaing dengan mahasiswa jenius lainnya.

Keinginan Ben untuk kuliah di Harvard tentunya sangat besar. Sehingga ia mulai putus asa pada persoalan ekonomi ini. Ketika ia sudah hampir menyerah, seorang profesor matematika di kampusnya terdahulu, Mickey,  menemui Ben.

Profesor ini kagum dengan cara berhitung dan berpikir. Ia memberikan usulan agar menggunakan kecerdasannya untuk mendapat keuntungan. Mickey kemudian mengajaknya untuk bergabung dalam kelompok matematika rahasianya.

Setelah Ben bergabung, ternyata ada banyak mahasiswa di dalamnya. Seperti Jill Taylor (diperankan oleh Kate Bosworth), Choi (diperankan oleh Aaron Yoo), Kianna (diperankan Liza Lapira), dan Fisher (diperankan oleh Jacob Pitts). Di sini mereka dilatih bermain black jack dengan teknik matematika.

Metode yang diajarkan oleh Mickey dalam film 21 ini adalah card counting. Metode ini menggunakan perhitungan peluang dan statistik yang tidak jauh dari ilmu matematika.

Pada awalnya Ben menolak untuk bergabung karena tidak suka permainan black jack. Akan tetapi, salah seorang Mahasiswi, yaitu Jill Taylor menarik perhatian Ben. Akhirnya ia memutuskan untuk ikut bergabung.

Mereka melakukan pertemuan setelah kelas berakhir. Tentu saja untuk berlatih dan mempelajari teknik judi ini. Di hari biasa, mereka menghabiskan waktu di kampus layaknya mahasiswa biasa. Akan tetapi, ketika akhir pekan, mereka pergi ke Las Vegas untuk ikut berjudi.

Konflik Pemain pada Kasino Judi dalam Film 21

Ben dan kawan-kawannya hampir selalu menghabiskan akhir pekan dengan judi. Dengan trik yang diajarkan oleh Mickey, mereka memenangkan banyak pertandingan. Bahkan tak tanggung-tanggung, uang hasil judi ini mereka belanjakan barang mewah hingga digunakan untuk menginap di hotel berbintang.

Dalam beberapa segmen di film 21 ini, mulai muncul konflik yang makin memuncak.

Tim mereka selalu menang di banyak kasino, sehingga muncullah kecurigaan. Kecurigaan ini muncul lantaran kerugian yang diterima di kasino. Sehingga salah satu kasino terbesar di Las Vegas mulai melakukan penyelidikan.

Cole Williams, yang diperankan oleh Lawrence Fishburne, adalah seorang kepala keamanan di kasino. Ia melakukan penyelidikan kepada Ben dan teman-temannya. Selain itu, konflik mulai meningkat ketika Mickey dan Ben berselisih.

Mickey menilai Ben terlalu serakah dan tidak membagikan keuntungan yang adil padanya. Kemudian Mickey menjebaknya. Dan pada waktu yang sama, Cole menangkap Ben dan menghajarnya.

Ben yang sangat kesal dengan Mickey kemudian bekerja sama dengan timnya. Mereka membuat kesepakatan dengan Cole agar menangkap Mickey. Hal ini terjadi karena Mickey lah yang mengajarkan ilmu card counting ini.

Pada akhirnya Mickey ditangkap dan dihukum. Setelah kejadian itu, Ben dan kawan-kawannya tidak lagi berurusan dengannya. Bahkan Ben juga meninggalkan dunia judi. Ia menjadikan pengalamannya sebagai pemain judi dalam bentuk jurnal ilmiah.

Jurnal ini membahas mengenai dirinya selama di meja judi. Jurnal ini kemudian ia serahkan pada rektor sebagai bahan pertimbangan beasiswa. Dengan jurnal ini, sang rektor menilai bahwa Ben memanglah anak jenis dan pantas mendapat beasiswa.

Ending dari film 21 ini tentunya sangat epic dan mengejutkan.

Baca juga: Rekonstruksi Film Judi sebagai Kritik Sosial Masyarakat

Ide Brilian tentang Matematika dan Judi dalam Kisah 21

Film judi 21 yang datang dari Amerika Serikat ini memberikan gambaran menarik tentang dunia matematika. Ide ini tentu saja merupakan ide yang brilian. Siapa sangka bahwa film ini diangkat dari kisah nyata. Dengan keunikannya, kisah itu pun dituangkan dalam film oleh Robert Luketic.

Film dengan durasi sepanjang 123 menit ini menghabiskan biaya produksi hingga 35 juta US dollar. Keuntungan yang diperoleh dari penayangan film ini adalah 157 juta US dollar. Dengan hasilnya yang fantastis tersebut, 21 mendapat rating 6.8 di IMDb.

Film judi 21 merupakan film yang diadaptasi dari tulisan berjudul Bringing Down the House. Ditulis oleh Ben Mezrich, membuat Robert Luketic tertarik untuk membawanya ke layar lebar. Sedangkan untuk aransemen musiknya digarap oleh David Sardy. Maka tak mengherankan jika efek suaranya cukup bagus untuk ukuran film di tahun itu.

Penasaran bukan bagaimana kisah ini selengkapnya? Tentu saja penonton akan dibuat terkesima dengan trik matematika di dalamnya. Yuk nonton!

Cek juga: http://69.16.224.12/

Daftar Film Tentang Judi terbaik. Bermuatan Rekonstruksi Kritik Sosial

Perfilman di dunia selalu menarik dan up to date. Topik yang dijadikan film pun terus mengalami inovasi. Pun dengan teknologi yang digunakannya. Termasuk diantaranya, film tentang judi. Ada keseruan tersendiri saat menikmati atraksi para aktor dalam memainkan perannya.

Jika Anda tertarik untuk mencari ide atau judul film tentang judi terbaik, maka Anda sudah berada di halaman yang tepat.

Kumpulan Daftar Film tentang Judi Terbaik dan Populer Sepanjang Masa

Langsung saja, berikut adalah kumpulan film judi terpopuler itu;

21 (2008)

Film 21 sebenarnya rilis pada 28 Maret 2008 lalu. Sudah cukup lama, tapi masih saja asik untuk ditonton. Film ini mengisahkan tentang seorang Ben, diperankan Jim Sturgess. Ia seorang mahasiswa cerdas dan berencana melanjutkan studi kedokteran di Harvard.

Lalu bagaimana kemudian ia masuk mengarah ke dunia perjudian? Baca ulasan selangkapnya; 21: Dinamika Mahasiswa Ahli Matematika Penjudi

Casino Royale (2006)

Film Casino Royal adalah awal munculnya film agen 007, James Bond. Rilis pada 13 April 1953. Dalam skenario Casino Royale ini, sang tokoh, James Bond, berada dalam sebuah misi khusus. Ia ditugaskan ke kasino di Prancis, Royale-les-Eaux.

Misinya adalah, membangkrutkan sindikat mafia yang dibelakang adalah agen Rusia yang kejam. Dimana telah memberi mimpi buruk pada banyak orang di meja judi.

Killing Them Softly (2012)

Saya pribadi, paling suka dengan film tentang judi yang satu ini. Killing Them Softly!

Ini adalah film yang diadaptasi dari novel terbitan 1974 berjudul Cogan’s Trade. Karya penulis bernama George V. Higgins. Film ini menceritakan tentang penegakan hukum yang tentunya memasukkan sosok penjudi.

Baca lengkapnya: Killing Them Softly, Drama Kriminal pada Rumah Judi

Molly’s Game (2017)

Molly’s Game adalah sebuah film yang menceritakan seorang penjudi perempuan. Film yang diangkat dari buku nonfiksi karya Molly Bloom ini sangat menarik karena memiliki alur cerita yang tidak membosankan.

Dalam film ini dikisahkan bagaimana Molly bangkit dari keterpurukannya karena gagal menjadi atlet ski internasional. Ia memutuskan untuk datang ke Las Vegas dan memulai kisah hidupnya. Penasaran? Baca ulasannya di sini: Molly’s Game, Kisah Epic Bandar Judi Perempuan

Runner Runner (2013)

Runner Runner menceritakan tentang seorang mahasiswa yang kecanduan judi online. Pada suatu waktu, Richie mengalami kebangkrutan. Setelah diselidiki ternyata ia dicurangi dalam sistem.

Ia pun memutuskan untuk menemui pemilik situs judi online. Keputusan ini tidaklah tepat karena mengancam keselamatan dirinya. Bagaimana kisah selanjutnya? Baca selengkapnya di sini: Runner Runner, Kisah Mahasiswa Pemain Judi Online

Owning Mahowny (2003)

Owning Mahony merupakan film yang rilis pada tahun 2003. Film ini menceritakan tentang pemain judi yang nekat mencuri untuk melunasi utangnya di meja judi.

Kisah ini diangkat dari sebuah kisah nyata di Toronto. Berkat produksinya yang memuaskan, Owning Mahony menyabet banyak penghargaan di Genie Awards 24. Menarik sekali bukan?

Mississipi Grind (2015)

Dua orang penjudi yang dipertemukan lewat sebuah ketidaksengajaan membuat keduanya bekerja sama. Gerry dan Curtis memutuskan untuk menyusun strategi agar menang.

Meski film ini bergenre addiction drama, tetapi alur ceritanya tidak terkesan klise dan memberikan perspektif baru dalam dunia judi. Baca ulasan lengkapnya di sini: Mississippi Grind, Bangkrutnya Pemain Judi Ulung

The Glamber (2014)

The Gambler merupakan film remake yang diproduksi pada tahun 2014. Mengisahkan tentang seorang profesor sastra yang nekat berjudi dan utang kepada rentenir.

Ia harus melewati banyak hal untuk melunasi utangnya. Ancaman juga datang dan nyawa menjadi taruhannya. Menegangkan sekali bukan? Yuk baca selengkapnya: The Gambler, Rumitnya Hidup Pemain Judi Kelas Kakap

God of Glamblers (1989)

God of Gamblers merupakan film lawas tetapi masih direkomendasikan untuk ditonton. Kisah dewa judi di dalamnya akan memberikan pengalaman seru di kasino.

Diperankan oleh Chow Yun Fat dan Andy Lau tentu membuat film ini menarik karena keduanya adalah aktor senior Mandarin. Bagaimana menurutmu?

From Vegas to Macau (2014)

From Vegas to Macau merupakan film yang sukses meraih rating tinggi. Film bergenre crime comedy ini menceritakan tokoh judi dan hacker handal.

Perjalanan taruhan di dua kota judi ini semakin menantang lantaran konflik yang menegangkan tetapi dibalut bumbu komedi. Penasaran bagaimana ulasannya? Baca selengkapnya di: Vegas to Macau, Pesona Dua Kota Judi dalam Film

Tazza: The High Rollers (2006)

Tazza: The High Rollers merupakan film yang diangkat dari serial komik berjudul sama. Film ini menceritakan tentang seseorang yang coba-coba bermain judi dan kecanduan.

Ia harus dihadapkan dengan banyak masalah dalam menyelesaikan tantangannya. Berhasilkah ia melewati semuanya dan kembali hidup normal? Yuk tonton sekarang!

Berbagai film dari tahun ke tahun ini dapat dinikmati untuk mengisi akhir pekan. Meski sudah tidak tayang di bioskop, film-film ini dapat dinikmati lewat internet. Situs penyedia film sudah banyak yang menyediakan film-film ini.

Situs Slot Online Terpercaya

Baca juga: Film Mississippi Grind: Bangkrutnya Pemain Judi Ulung

Tentu saja jangan lupa baca ulasan tentang filmnya sebelum menonton. Lalu sesuaikan dengan film mana yang paling disukai. Kunjungi situs film terpercaya agar dapat menikmatinya dengan menyenangkan.

Gambaran umum

Film dengan mengangkat topik judi dan kasino memanglah menarik. Berbagai perusahaan film melakukan inovasi dalam mengembangkan ide cerita tentang perjudian agar tak membosankan. Kritik sosial melalui film tentang judi, juga muncul di berbagai jenis film.

Masing-masing memberikan kualitas terbaiknya, baik film Korea, China, hingga Hollywood. Sehingga film memiliki banyak segi penilaian.

Film yang menceritakan tentang perjudian seringkali memberikan perspektif baru pada penontonnya. Sisi lain perjudian yang mewah menunjukkan betapa merugikannya judi. Kebanyakan tokoh yang diceritakan adalah seputar pecandu judi dan mengalami kebangkrutan.

Hampir semua film yang mengambil topik perjudian memiliki genre action. Hal ini tentu saja sangat relevan dengan karakter judi yang terbilang ‘keras’.

Meski demikian, film dengan kisah judi tentu saja hanya boleh dinikmati sebagai hiburan saja. Yang penting, jangan sampai setelah menonton film tersebut justru menirukan untuk bermain judi.

Beberapa film yang mengambil latar tempat di kasino memiliki kesuksesan dengan alur ceritanya. Kepiawaian sutradara dalam menyusun dan mengkolaborasikan judi dengan hal lain membuat judi hanya sebagai pelengkap saja.

Judi yang banyak dikenal di China dan Hongkong juga mendorong negara ini memproduksi banyak film serupa. Beberapa tokohnya juga sering memainkan peran yang sama karena karakternya yang melekat.

The Gambler - Login Sbobet

Permainan judi yang ada dalam film memberikan banyak gambaran dalam kehidupan masyarakat. sejauh mana film berperan di dalamnya dan dampaknya?

Bagaimana seluk beluk tentang film dan judi di dunia ini? Apakah dengan film mampu memberikan representasi judi atau menyimpan pesan moral? Yuk simak ulasan berikut!

Film Tentang Judi sebagai Kritik Sosial Masyarakat

Fungsi film sebagai media selain memberikan hiburan juga dapat berupa kritik sosial. Kritik sosial yang disampaikan melalui film dapat menjadi sarana ampuh kepada sasarannya. Dengan mengangkat isu tertentu, film kemudian akan disusun dengan bumbu satire di dalamnya.

Selain itu, pesan moral yang disisipkan secara implisit maupun eksplisit dalam film juga menjadi kritik sosial di masyarakat. Kritik sosial muncul karena adanya fenomena sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat.

Sebagai negara yang menganut kebebasan berekspresi, tentu saja film sebagai sarana kritik sosial sangatlah relevan dan dipahami masyarakat. Masyarakat akan memberikan simpati atas suatu masalah sosial yang diangkat melalui film.

Salah satu film tentang judi yang mengandung kritik sosial adalah serial Warkop DKI dalam salah satu episodenya. Episode yang berjudul “Pengen Melek Hukum” ini memiliki salah satu adegan tentang perjudian.

Baca juga: Film Judi 21: Dinamika Mahasiswa Ahli Matematika Penjudi

Di dalamnya disampaikan bahwa dengan berjudi tidak akan menyelesaikan permasalahan. Justru dengan bermain judi akan memberikan masalah baru. Sehingga pesan yang hendak disampaikan lebih banyak mengarah pada untuk menghindari judi.

Film judi lain yang memuat unsur kritik sosial adalah Comic 8: Kasino Kings. Film yang bergenre comedy ini memberikan banyak pesan sindiran dalam masyarakat. Pesan sindiran yang dibawakan juga lebih banyak membahas mengenai politik.

Beberapa kerugian akibat judi sangat banyak ditampilkan dalam film bermuatan judi. Banyak film yang mengungkap sisi gelap dari industri judi di dunia, mulai dari Hongkong, Korea, hingga Indonesia.

Dengan ini, film lebih dianggap mampu merekonstruksikan wacana sosial yang ada di masyarakat. Tentu saja karena lewat film, visualisasi yang disajikan lebih nyata daripada media lain.

Dengan kekuatan film, kritik sosial mengenai perjudian bisa mudah tersampaikan dan diterima oleh masyarakat. Banyak sutradara dan penggiat sineas yang sadar akan hal ini dan membawakan banyak pesan di dalamnya. Sehingga film bukan semata untuk memberikan hiburan saja, tetapi bagaimana memberikan kritik pada banyak pihak.

Kritik Sosial: Film sebagai Medium Propaganda Anti Judi

Alat propaganda yang masih banyak digunakan adalah film. Film banyak diminati karena keunikannya dibanding media hiburan lainnya. Film lebih mampu merepresentasikan kehidupan secara lebih nyata.

Ilusi tentang realitas yang muncul dalam film membuat seolah-olah cerita di dalamnya adalah nyata. Sehingga penonton lebih terbawa suasana dan mendapat pengalaman darinya. Jika dibandingkan dengan media lain seperti lagu atau gambar, film lebih banyak disukai.

Film sebagai alat propaganda masih banyak digunakan dari dulu hingga kini. Sejalan dengan kritik sosial, film yang menyuarakan pesan persuasif atau ajakan adalah film propaganda.

Penggunaan film sebagai alat propaganda anti judi dinilai efektif karena menyajikan visual yang realistis dan menimbulkan kesadaran tidak langsung. Melalui alur cerita, film akan memberikan pengaruh bahwa judi merupakan kegiatan yang negatif.

Dengan kesadaran yang tertanam secara tidak sadar ketika menonton film, penonton akan tersugesti untuk tidak berjudi. Tentu saja karena judi adalah kegiatan yang merugikan.

baca juga: Film The Gambler: Rumitnya Hidup Pemain Judi Kelas Kakap

Eksistensi film yang tak lekang oleh zaman membuatnya diterima berbagai kalangan. Sifatnya yang bertahan lama juga akan membuat nilai-nilai propagandanya bisa digunakan di masa depan. Dengan nilai yang relevan, tentu akan semakin banyak yang menggunakan film tersebut dalam menyebarkan nilai-nilai anti judi.

Dalam buku The Triump of Propaganda yang ditulis oleh John A. Broadwin dan V.R. Berghahn, film dinyatakan sebagai alat propaganda yang baik. Melalui film, dapat menyebabkan dampak psikologis dan propagandik pada penontonnya lebih lama.

Pengaruh yang kuat ini disebabkan karena isi film melekat pada emosi penontonnya dan bersifat visual. Sehingga otak akan menangkap dan merekamnya lebih lama. Ini tentu sangat berbeda dengan alat lain misal tulisan atau gambar biasa.

Sehingga melalui film, kritik sosial dalam propaganda isu judi bisa lebih efektif bagi masyarakat.

Film dan Representasi Budaya Judi di Sosial Masyarakat yang Penuh Kritik

Hampir semua film diangkat dari kondisi masyarakat. Lingkungan yang unik atau kisah yang menarik, tentu menjadi inspirasi dalam menyusun suatu film. Tak terlepas dari itu, film mengenai judi juga merupakan representasi masyarakat itu sendiri.

Kehidupan masyarakat yang selalu berdinamika membuat sosio-kultur di dalamnya berkembang. Salah satu yang masih hidup dan berkembang adalah permainan judi. Judi digemari masyarakat karena iming-iming hadiahnya.

Lambat laun, kegiatan judi menjamur dan menjadi budaya laten di masyarakat. Budaya ini tentu saja bersifat negatif karena sifatnya yang merugikan. Keberadaan judi pun telah banyak dikenal orang hampir seluruh dunia.

Di beberapa tempat, misalnya Makau dan Las Vegas, kehidupan judi di sana sangatlah kuat. Maka tak mengherankan banyak sekali film yang mengangkat lokasi dan kehidupan di dalamnya sebagai film.

Film tentang judi dengan bercermin pada Makau dan Las Vegas menunjukkan bahwa judi di kedua kota tersebut sangatlah subur. Sebut saja film Casino (1995) yang disutradarai oleh Martin Scorsese memperlihatkan bagaimana kehidupan kasino di Las Vegas.

Baca juga: From Vegas to Macau: Pesona Dua Kota Judi dalam Film

Beberapa film judi lain muncul dari negara China seperti From Vegas to Macau, God of Gamblers, dan The Man from Macau. Film ini merepresentasikan kehidupan pemain judi yang sangat melekat dengan identitas Macau.

Diangkatnya budaya masyarakat melalui judi tentu saja memiliki beberapa tujuan. Tujuan yang paling banyak digunakan oleh sutradara adalah untuk mengenalkan budaya tersebut pada dunia luar.

Selain itu, bumbu mengenai budaya masyarakat setempat juga bisa menjadi alat pelengkap agar film makin totalitas.

Melihat budaya judi yang diangkat menjadi film tentu saja memberikan informasi tentang sisi lain dunia judi ini. Sedangkan sebagai representasi yang diangkat dalam film memiliki pandangan berbeda.

Film bukan hanya menkonstruksikan nilai budaya tersebut, akan tetapi mengolahnya agar mudah dicerna oleh masyarakat. Dengan demikian, ketika suatu budaya dimasukkan ke dalam bagian film dapat menjadi alat tukar budaya secara tidak langsung.

Baca juga: Film Tazza One Eyed Jack, Sekuel Judi Korea dari Komik

Di beberapa daerah, judi tentu saja menjadi bahan yang penuh kritik sosial karena nilai negatifnya. Sehingga dengan film, akan diperlihatkan bagaimana budaya judi itu sendiri.

China sebagai Negara Produksi Film Judi Terbanyak

Negara yang melegalkan judi di dalamnya seperti China tentu memiliki kehidupan judi yang kental. Beberapa daerah seperti Makau dan Hongkong, banyak sekali ditemukan kasino dan bandar domino judi.

Dengan kehidupan yang tidak jauh dari perjudian, tentu saja membuat para sutradara memiliki ide untuk memasukkan unsur judi tersebut ke dalam film. Selain judi, negara ini identik dengan Kung Fu atau aksi laga sejenis. Maka tak heran jika kedua hal ini sering dikolaborasikan.

Aktor terkenal seperti Chow Yun Fat pun sering menghiasi film-film dengan tema judi ini. Keahliannya dalam memainkan peran membuatnya seringkali memerankan peran penting dalam film judi.

Film-film China saat ini pun telah bersaing pesat mengimbangi Hollywood dan Korea. Ketiga negara ini tentu saja tidak perlu diragukan lagi kualitas perfilmannya. Dengan berbekal kondisi budaya judi yang kuat, tentu mudah bagi China untuk menyajikan film-film ini.

Berbagai film judi muncul bahkan digemarin hingga penjuru dunia. Beberapa daftar film yang laris seperti The Man from Macau dan From Vegas to Macau bahkan muncul dengan beberapa serial.

Baca juga: Killing Them Softly, Drama Kriminal pada Rumah Judi

Kehadiran film ini menunjukkan bahwa budaya judi di China sangatlah mengakar dengan kuat. Maka tidak mengherankan banyak film judi lahir dari negara tirai bambu ini. Tentu saja penonton bisa mendapat banyak referensi yang mudah didapatkan.

Film Judi Produksi Hollywood yang Menakjubkan

sumber: mainmain.com

Dunia film tentu saja sangat akrab dengan Hollywood. Pusat industri film terbesar di dunia ini merajai hampir seluruh jenis film. Maka tak mengherankan jika berbagai genre film muncul dari Hollywood.

Hollywood merupakan kawasan yang ada di Los Angeles, California. Studio film raksasa yang menguasai produksi film ada di sini. Seperti Walt Disney Studios, 21 Century Fox, dan Paramount Studio.

Penguasaan film oleh Hollywood juga tentu mencangkup topik judi. Perjudian di beberapa negara bagian Amerika memiliki izin resmi. Sehingga tidak menutup kemungkinan bagi Hollywood untuk mengangkatnya ke dalam layar lebar.

Banyak film mengenai topik perjudian yang menguasai box office. Selain karena kualitasnya yang memang tak bisa diragukan lagi, topik ini relevan di beberapa segmen.

Beberapa film perjudian yang terkenal di berbagai negara antara lain Uncut Games, Runner Runner, 21, The Gambler, Casino, Maverick, Ocean’s Eleven, dan Ocean’s Thirteen. Aktor terkenal seperti Brad Pitt juga menjadi tokoh penting di beberapa film tersebut.

Baca juga: Film Molly’s Game: Kisah Epic Bandar Judi Perempuan

Hampir sama dengan film buatan China yang memadukan Kung Fu dan perjudian, di Hollywood, film yang disajikan juga berhubungan dengan aksi laga. Aksi laga yang diperankan di dalamnya lebih bersifat modern dan crime.

Bahkan film Hollywood juga selalu memberi inovasi baru. Misalnya mengangkat tentang judi online dalam film Runner Runner. Kisah ini menceritakan seorang mahasiswa yang kecanduan bermain judi online.

Saat ini, film Hollywood bisa dinikmati melalui situs streaming. Maka, penonton yang akan menyaksikan film mengenai perjudian ini dapat mengaksesnya dengan mudah. Beberapa penyedia layanan ini sangat gampang dijangkau tanpa perlu datang ke bioskop.

Kenali Situs Film dengan Iklan Judi Online

Film saat ini bisa dinikmati lewat berbagai cara. Jika dulu penonton harus datang ke bioskop, maka sekarang penonton bisa menyaksikannya lewat ponsel atau laptop. Kemudahan ini tentu saja didukung dengan situs yang terpercaya.

Penonton bisa menyaksikan film dengan mengunjungi laman resmi penyedia film seperti netflix, iflix, viu, dan lainnya. Beberapa orang juga memilih mengunduh di berbagai situs tertentu.

Biasanya situs yang dikunjungi ini bersifat ilegal dan rawan diblokir. Selain itu, dalam situs unduhan film ilegal tersebut berisikan konten iklan agen judi. Iklan yang ditawarkan seringkali menyebabkan spamming dan mengganggu kenyamanan.

Banyak iklan judi yang ditawarkan melalui situs film ini. Bahkan tak tanggung-tanggung, dalam satu situs bisa memuat lebih dari tiga iklan judi. Pengguna seringkali terganggu karena iklan ini.

Dengan banyaknya iklan judi online di layanan situs film, maka ini memperlihatkan bahwa bandar judi memiliki ekspektasi pasar cukup tinggi. Penggemar film dijadikan objek atau sasaran promosi situs judi online. Seperti judi togel, slot online, dan lain sebagainya

Maka berhati-hatilah saat mengungjungi situs streaming atau download film ini. Gunakan layanan yang resmi dan berbayar agar menghindari iklan judi bertebaran. Selain itu, dengan menggunanakan layanan situs film yang resmi akan mengurangi tindakan pembajakan film.

Pembajakan film yang marak ini tentunya sangat merugikan industri film. Meski pemerintah sudah melakukan blokir akses terhadap situs-situs ini, nyatanya masih banyak yang bertebaran dengan mudah.

Representasi film di masyarakat saat ini sangat penting dan banyak diminati. Film memiliki peran yang kompleks. Bukan hanya sebagai hiburan, tetapi bagaimana ia berperan memberikan edukasi, propaganda, bahkan kritik sosial.

Baca juga: Film Runner Runner, Kisah Mahasiswa Pemain Judi Online

Film juga dapat berperan sebagai alat komunikasi massa yang didistribusikan dengan mudah. Pencinta film dan orang-orang yang berkecimpung di dalamnya pun memiliki perhatian yang tinggi pada film.

Sedangkan dalam konteks judi, film memiliki peran sebagai representasi budaya yang melekat di dalam masyarakat. selain itu, lewat film juga diberikan edukasi mengenai betapa bahayanya permainan taruhan ini.

Maka dengan ini, film memiliki peran penting dalam aspek kehidupan sosial masyarakat. pahami pesan moral yang ada di dalam film agar makin maksimal dalam menikmati alur cerita di dalamnya.

Selamat menyaksikan film favorit dan semoga ulasan ini bermanfaat!

Baca juga: 8 Game Sepak Bola PS3 Terbaik

Cara Mudah Menghitung Pajak Penghasilan

Kenapa kita perlu tahu cara mudah menghitung pajak penghasilan? Pajak merupakan biaya tambahan yang wajib dibayarkan oleh seseorang. Pajak juga diartikan sebagai sumber penghasilan negara yang sumbernya berasal dari rakyat.

Rakyat sebagai pembayar pajak dapat mengatasnamakan dirinya secara individu atau perseorangan dan badan usaha.

Dalam jurnal manajemen, uang perolehan dari pajak tersebut nantinya akan dialokasikan untuk berbagai kepentingan negara dalam dalam bidang, dari mulai pendidikan, pembangunan nasional, kesejahteraan rakyat,kesehatan sampai keperluan belanja negara. Pajak sendiri tediri dari bermacam-macam jenis, salah satunya yakni pajak penghasilan. Lalu apa itu pajak penghasilan?

Dalam Pasal 4 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 menyebutkan bahwa pajak penghasilan adalah pajak yang dikenakan atas penghasilan yang diterima oleh perseorangan ataupun badan usaha dalam jangka waktu satu tahun. Adapun besar dari pajak penghasilan ditentukan oleh undang-undang atau peraturan yang mengatur tata cara perhitungan pajak penghasilan.

Adapun definisi penghasilan yang dimaksud dari pajak penghasilan dalam jurnal manajemen adalah penghasilan atau pendapatan yang diterima oleh orang yang masuk dalam kategori wajib pajak. Penghasilan tersebut dapat didapatkan dari mana saja baik dari dalam maupun luar wilayah Indonesia. Dari penghasilan yang wajib pajak dapatkan tersebut dapat menambah kekayaan dan juga kemampuannya. Dari penghasilan tersebut bisa dialokasikan untuk mencukupi keperluan konsumtif demi kelangsungan hidung sang wajib pajak dan juga keluarganya.

Sedangkan penghasilan yang dapat dikenakan pajak, menurut Pasal 21 Undang-Undang Pajak Penghasilan meliputi gaji, upah, honor, tunjangan serta pembayaran lainnya yang diberikan kepada wajib pajak baik perseorangan maupun badan usaha. Penghasilan tersebut diberikan sebagai imbalan atas kegiatan yang telah dilakukan oleh wajib pajak, baik itu pekerjaan, jasa, jabatan, dan lainnya.

Pihak-Pihak Yang Menjadi Kategori Wajib Pajak Penghasilan

Wajjib pajak pengasilan  adalah orang atau badan yang mempunyai kewajiban untuk membayar pajak penghasilan. Besar pajak penghasilan yang dibayarkan sendiri disesuaikan dengan tata cara perhitungan penghasilan kena pajak yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Beberapa pihak yang masuk dalam kategori dari wajib pajak pengahasilan diantaranya sebagai berikut:

  • Pegawai

Pihak pertama yang masuk dalam kategori wajib pajak penghasi;an adalah pegawai. Pegawai yang dimaksud disini adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan juga pegawai swasta yang telah memiliki Nomor Pajak Wajib Pajak (NPWP) dan menerima gaji yang tetap pada setiap bulannya.

  • Pensiunan

Selanjutnya adalah orang yang memiliki uang pesangon, uang pensiunan atau tunjangan di hari tua juga mempunyai kewajiban untuk membayar pajak penghasilan dengan perhitungan yang sesuai aturan, yakni cara menghitung pajak penghasilan perseorangan yang tepat. Bahkan, ahli waris dari orang yang mendapat uang pensiunan juga berkewajiban untuk membayarkan pajak penghasilan secara rutin setiap tahun sekali.

  • Pemilik Badan Usaha

Selain berlaku pada penghasilan perseorangan, pajak penghasilan juga berlaku bagi badan usaha. Sehingga, orang-orang yang berkompromi untuk mendirikan suatu badan usaha terlebih dahulu harus memiliki NPWP dan berkewajiban untuk membayar pajak sesuai dengan tata cara perhitungan pajak penghasilan dari usaha pribadi.

Selain itu, terdapat pula beberapa orang yang tidak diwajibkan pajak penghasilan meskipun mereka memperoleh upah, gaji atau honor. Orang-orang yang tidak memiliki kewajiban untuk membayar pajak penghasilan tersebut adalah:

  • Perwakilan organisasi internasional

Pertama adalah orang-orang yang bekerja sebagai perwakilan organisasi internasional di Indonesia. Adapun organisasi internasional tersebut seperti organisasi yang berada di bawah naungan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa), mereka tidak dikenai kewajiban untuk membayar pajak penghasilan. Mengapa? Sebab penghasilan yang diperoleh dari orang-orang yang bekerja sebagai perwakilan intenasional tersebut bukan berasal dari Indonesia, melainkan dari oraganisasi yang menanunginya atau yang bersangkutan. Selain itu pajak penghasilan juga tidak berlaku bagi orang-orang yang bekerja sebagai perwakilan organisasi internasional yang bukan berkewarganegaraan Indonesia. Peraturan tersebut secara resmi telah disahkan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui Undang-Undang Pajak Penghasilan.

  • Pejabat diplomatic

Selanjutnya pajak penghasilan juga tidak dikenakan kepada orang-orang yang tinggal dan bekerja di Indoensia untuk keperluan diplomatic, seperti konsulat atau duta besar. Konsulat, duta besar dan juga orang-orang lainnya yang bekerja untuk kepentingan diplomatic tidak dibebani pajak karena mereka bukan warga negara Indonesia. Adapun penghasilan yang mereka dapatkan selama bekerja dan tinggal di Indonesia adalah berasal dari Kementerian Luar negeri dari negara yang bersangkutan. Mereka juga tidak dikenakan pajak penghasilan karena sebagai wujud kerjasama diplomatic dan timbal balik antara Indonesia dengan negara yang bersangkutan.

Tata Cara Perhitungan Pajak Penghasilan Yang Benar

Tata cara perhitungan pajak penghasilan pribadi dalam jurnal menejemen adalah didasarkan pada jumlah penghasilan yang diperoleh dari wajjib pajak pada setiap tahunnya. Hal ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 7 tahun 1983. Berikut rincian tentang bagaimana tata cara menghitung pajak penghasilan pada setiap tahunnya dengan benar.

Langkah pertama yang harus dilakukan  dalam cara menghitung pajak penghasilan pada individu atau orang pribadi adalah dengan menghitung dahulu besarnya penghasilan yang terkena pajak. Berikut panduan dalam cara pergitungan penghasilan yang kena pajak.

  • Penghasilan mulai Rp 0,- sampai dengan Rp 50.000.000,- pajaknya sebesar 5%
  • Jika penghasilan lebih dari Rp 50.000.000,- sampai dengan Rp 250.000.000,- pajaknya sebesar 15%
  • Apabila penghasilan lebih dari Rp. 250.000.000,- sampai dengan  Rp 500.000.000,- pajaknya sebesar 25%
  • Kemudian penghasilan lebih dari Rp 500.000.000,- pajaknya sebesar 30%

Selanjutnya caramenghitung basar pajak penghasilan pribadi adalah  dengan mengalikan besar dari penghasilan yang terkena pajak penghasilan dengan tarif 5%. Kemudian, setelah hasil pembagian pajak penghasilan dengan 5% ketemu, lalu dikalikan lagi dengan tarif 15%. Selain itu juga terdapat cara menghitung pajak penghaslan bagi karyawan tambahan yang tidak memiliki NPWP, yakni dengan menambah hasil pajak penghasilan yang telah dihitung dengan cara perhitungan pajak penghasilan di atas sebanyak 20%.

Agar lebih mudan dan dapat dipahami secara jelas, berikut terdapat contoh tentang cara menghitung pajak penghasilan yang tepat.

Contoh:

Pak Bino merupakan salah satu karyawan perusahaan yang telah memiliki NPWP. Pada setiap tahunnya Pak Bino memperoleh penghasilan sebanyak Rp 75.000.000. Sehingga besar pajak penghasilan yang harus dibaarkan oleh Pak Bino untuk setiap tahunnya adalah sebagai berikut:

  • Rp 50.000.000 x 5% = 2.500.000
  • Rp 25.000.000 x 15% = 3.750.000
  • 2.500.000 + 3.750.000 = 6.750.000

Sehingga besar pajak penghasilan yang harus dibayarkan oleh Pak Bino setiap tahunnya karena telah memiliki NPWP adalah sebesar Rp 6.750.000

Namun jika Pak Bino tidak memiliki NPWP, besar pajak yang dibayarkan tentu berbeda. Berikut perhitungan besar pajak Pak Bino jika tidak memiliki NPWP:

  • Rp 50.000.000 x 15% x 120% = 3.000.000
  • Rp 25.000.000 x 5% x 120% = 4.500.000
  • 3.000.000 + 4.500.000 = 7.500.000

Jadi besar pajak yang harus dibayarkan oleh Pak Bino pada setiap tahunnya adalah sebesar Rp 7.500.000.