Skip to content

7 Orang Digerebek dalam Kegiatan Judi Online

Pihak kepolisian Kabupaten Garut berhasil mengamankan 7 orang tersangka yang terlibat dalam permainan judi togel online. Polisi menangkap mereka di salah satu rumah warga di daerah Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. 

Ketujuh orang ini dibawa ke Mapolres Garut untuk diperiksa lebih lanjut bersama sejumlah barang bukti. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut AKP Maradona Armin Mappaseng menjelaskan bahwa jajaran Reskrim Polres Garut berhasil mengungkap praktik judi online itu berdasarkan laporan dari warga saat melakukan patroli pengamanan wabah COVID-19. 

Atas laporan tersebutm, polisi langsung menindaklanjuti laporan itu kemudian melakukan penangkapan terhadap pejudi di dua tempat berbeda yakni Desa Jati dan Desa Langensari, masih satu Kecamatan Tarogong Kaler. 

poker online
ilustrasi

Baca juga: Ditemukan KTP dan NPWP Palsu yang Digunakan Untuk Bermain Judi Online

Mereka bermain judi online dengan cara mengumpulkan nomor yang dipasang oleh pemasang dan disetorkan ke bandar dengan nomor rekening yang ada di situs judi online itu. 

Barang bukti atas tindakan ini adalah uang tunai yang mencapai jutaan rupiah, sejumlah telepon genggam, buku tabungan, kartu anjungan tunai mandiri, kertas rekapan pemasangan judi, hingga bukti transfer uang. 

Akibat perbuatannya itu, ketujuh tersangka ini akan diberi hukuman setimpal. Polisi menjerat para pejudi dengan Undang-Undang tentang Perjudian dan ITE dengan ancaman kurungan selama 10 tahun penjara.

Sumber: www.jpnn.com

Terlibat Judi Online Dua Pebulutangkis Diamankan Polisi

Dunia bulu tangkis Malaysia kembali terpuruk setelah dikabarkan dua pemain bulu tangkis kedapatan sedang berjudi secara online.

Dua pemain bulu tangkis Malaysia berasal dari sektor ganda putra, demikian menurut New Straits Times (NST), Rabu (7/8/2019).

Hal ini telah memicu kemarahan publik di Malaysia karena BAM, Federasi Bulu Tangkis Malaysia, melarang perjudian dalam bentuk apapun.

situs qq online

Kabar tersebut juga diberitakan oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF). Dua pemain bulu tangkis langsung dipanggil untuk dimintai keterangan.

Namun, Sekretaris Jenderal BWF Thomas Lund menolak berkomentar.

Menurut dia, persoalan partisipasi bulu tangkis dalam perjudian online di Malaysia masih terus berlangsung. Tampaknya BWF belum bisa membuat pernyataan lengkap.

Kami belum dapat menjelaskan apa yang ingin dilakukan Unit Integrasi BWF. Kami tidak bisa memastikan apakah masalah ini benar atau tidak. Ini adalah prosedur,” kata Lund.

Informasi ini belum bisa disebarluaskan di awak media. Tapi penting untuk menjaga integritas apa yang kita lakukan, karena itu masih rahasia.”

Selain itu, Lund tidak membantah jika BWF khawatir permainan judi online tersebut bisa berujung pada pelanggaran lalin oleh pemain.

Misalnya, perlu mengoreksi manipulasi nama panggilan hasil game.

Untuk mencegah insiden yang tidak diinginkan, BWF mengatakan akan mulai secara aktif meminta para pemain dan pelatih untuk memperkaya penyelidikan yang sedang berlangsung oleh BWF.

Saya juga belum dapat mengatakan bahwa bermain game adalah masalah utama. Namun, atlet yang terlibat dalam perjudian memiliki kesempatan untuk mengelola permainan yang menghasilkan uang,” kata Lund.

Kami menganggapnya serius. Itu hal yang layak untuk dilakukan, dan harus berakhir di sana. “

SUmber: suara.com

8 Orang Jadi Tersangka Setelah Polisi Bongkar Judi Online Beromzet Miliaran

Ditreskrimsus Polda Kalimantan Barat, perjudian online dan toto ilegal dengan omzet milyaran rupiah, ditemukan di dua kota di Pontianak dan dua lokasi di Singkawang. Delapan orang, termasuk Ahui, pengusaha besar dari Tambora di Singkawang, ditangkap karena dicurigai.

Informasi tersebut didapat setelah Tim Cyber ​​Crime Subdit II Polda Kalbar menggerebek 2 lokasi dan mengungkap kasus tersebut pada 16-17 September 2018.

togel online

“Untuk pertama kalinya sejak saya menjabat sebagai Kapolda, kami menjaring dan mengekspos perjudian online dan omset lotre terbesar di dunia miliaran,” kata Kapolda Kalbar Irjen Didi Haryono, Senin malam (24/9).

Didi menjelaskan, penangkapan berawal dari penangkapan sub-agen judi di rumahnya. Kami telah memiliki jaringan yang kuat di ke empat wilayah: Tsinghua, Sambas, Melavi, dan kota Pontianak.

Tersangka menjelaskan bahwa ia telah beroperasi sebagai dealer utama selama 8 bulan terakhir dan mulai berjudi di Xingwang, Sambas, Melayu dan Pontianak dan mulai berjudi untuk judi lotere, sepak bola dan adu kokas melalui website; www.choilathang.com, www.vivawin.com, www.sbobet.net.

Didi menjelaskan, terdakwa mencari agen pengumpul di empat wilayah di Bandar dan di kota-kota seperti Xinjiang, Sambas, Melavi, dan Pontianak. Beromset setiap bulan diperkirakan mencapai $ 1 miliar hingga $ 2 miliar. Tapi setelah ekspansi omzetnya mencapai 3 miliar riyal, ”jelas Didi.

Kata mereka acara judi togel buka setiap hari senin, rabu, kamis, sabtu dan minggu.. Judi sepak bola dibuka dengan waktu siaran langsung sepak bola, dari liga-liga di negara-negara Eropa hingga Liga Champions. Setiap agen dan kolektor dikendalikan langsung oleh dealer terbesar.

Terdapat pula kantor rekap judi kantor yang terdiri dari 1 laptop dan 10 komputer tablet. 10. Pembelian serta pembayaran hasil dari perjudian dalam pemain dilakukan melalui transfer bank.

Tuduhan judi online dan judi togel dijerat Pasal 45 ayat Joe Pasal 27 ayat 2 UU No. 19/2016, UU ITE 11/2008, dan / atau Pasal 303 KUHP dan Pasal 55 ayat 1. Di Polda Kalbar kita simpan bukti dan kecurigaannya, ”kata Didi.

Sumber: merdeka.com

8 Orang Jadi Tersangka Setelah Polisi Bongkar Judi Online Beromzet Miliaran

Ditreskrimsus Polda Kalimantan Barat, perjudian online dan toto ilegal dengan omzet milyaran rupiah, ditemukan di dua kota di Pontianak dan dua lokasi di Singkawang. Delapan orang, termasuk Ahui, pengusaha besar dari Tambora di Singkawang, ditangkap karena dicurigai.

Informasi tersebut didapat setelah Tim Cyber ​​Crime Subdit II Polda Kalbar menggerebek 2 lokasi dan mengungkap kasus tersebut pada 16-17 September 2018.

togel online

“Untuk pertama kalinya sejak saya menjabat sebagai Kapolda, kami menjaring dan mengekspos perjudian online dan omset lotre terbesar di dunia miliaran,” kata Kapolda Kalbar Irjen Didi Haryono, Senin malam (24/9).

Didi menjelaskan, penangkapan berawal dari penangkapan sub-agen judi di rumahnya. Kami telah memiliki jaringan yang kuat di ke empat wilayah: Tsinghua, Sambas, Melavi, dan kota Pontianak.

Tersangka menjelaskan bahwa ia telah beroperasi sebagai dealer utama selama 8 bulan terakhir dan mulai berjudi di Xingwang, Sambas, Melayu dan Pontianak dan mulai berjudi untuk judi lotere, sepak bola dan adu kokas melalui website; www.choilathang.com, www.vivawin.com, www.sbobet.net.

Didi menjelaskan, terdakwa mencari agen pengumpul di empat wilayah di Bandar dan di kota-kota seperti Xinjiang, Sambas, Melavi, dan Pontianak. Beromset setiap bulan diperkirakan mencapai $ 1 miliar hingga $ 2 miliar. Tapi setelah ekspansi omzetnya mencapai 3 miliar riyal, ”jelas Didi.

Kata mereka acara judi togel buka setiap hari senin, rabu, kamis, sabtu dan minggu.. Judi sepak bola dibuka dengan waktu siaran langsung sepak bola, dari liga-liga di negara-negara Eropa hingga Liga Champions. Setiap agen dan kolektor dikendalikan langsung oleh dealer terbesar.

Terdapat pula kantor rekap judi kantor yang terdiri dari 1 laptop dan 10 komputer tablet. 10. Pembelian serta pembayaran hasil dari perjudian dalam pemain dilakukan melalui transfer bank.

Tuduhan judi online dan judi togel dijerat Pasal 45 ayat Joe Pasal 27 ayat 2 UU No. 19/2016, UU ITE 11/2008, dan / atau Pasal 303 KUHP dan Pasal 55 ayat 1. Di Polda Kalbar kita simpan bukti dan kecurigaannya, ”kata Didi.

Sumber: merdeka.com

3 Ibu-ibu Pemain Judi Capsa Susun Didakwa 10 Tahun Penjara

Pemain judi ternyata tidak memandang jenis kelamin maupun usia. Hal ini juga berlaku pada permainan capsa susun yang merupakan jenis judi dengan menggunakan kartu remi. Salah satu kasus yang terungkap di Banjarmasin ini memperlihatkan bahwa permainan capsa susun bisa menjerat siapa saja.

Kasus ini merupakan kasus yang cukup membuat geleng-geleng kepala sebab pelaku judi capsa susun yang ada di Banjarmasin, Kalimantan Selatan ini adalah ibu-ibu. Mereka sudah lama bermain judi dan baru berhasil ditangkap oleh kepolisian.

Hukuman Permainan Judi

capsa online

Hukuman bagi orang yang terlibat dalam permainan judi adalah maksimal 10 tahun penjara sesuai dengan KUHP pasal 303 ayat 1 tentang perjudian. Maka ketiga ibu-ibu yang bermain capsa susun dengan taruhan di dalamnya ini juga akan mendapat hukuman yang sesuai. 

Ketiga pemain judi capsa susun ini melaksanakan siding putusan hakim dalam waktu yang berbeda. Mereka hanya bisa pasrah mendengarkan putusan hakim atas hukuman yang harus diterima. Hal ini merupakan konsekuensi bagi mereka yang melakukan pelanggaran di negara ini

Tersangka yang merupakan ibu-ibu ini adalah Herlina alias Lina, Arbayah alias Bayah dan Indrawati alias Lilik. JPU kemudian mendakwa ketiganya dengan Pasal 303 ayat (1) KUHP tentang perjudian.

Baca juga: Hindari Bermain Poker Online Berkedok Teknologi

Kronologi Penangkapan Pelaku

Proses penangkapan pemain judi capsa susun yang dilakukan oleh Polsek Banjarmasin Timur ini bermula karena adanya laporan dari warga. Setelah warga melaporkan hal ini, pihak kepolisian langsung menyelidiki TKP.

Lokasi kejadian berada di Jalan Pekapuran A Gang II daerah Banjarmasin Timur. Saat pihak kepolisian sedang mengrebek, ketiganya tertangkap tengah bermain capsa susun di rumah tersebut.

Barang bukti yang berhasil diamankan oleh pihak kepolisian dalam proses penangkapan itu adalah uang tunai sebesar Rp 2.234.000 beserta kartu remi yang digunakan untuk bermain judi. Setelah itu, pihak kepolisian langsung mengamankan mereka untuk dibawa ke polsek.

Permainan capsa susun ini ternyata masih marak dilakukan di masyarakat padahal sudah dilarang. Pihak kepolisian kemudian menghimbau seluruh warganya untuk menjauhi perbuatan ini karena akan merugikan.

Sumber: www.merdeka.com