Skip to content

Film Molly’s Game: Kisah Epic Bandar Judi Perempuan

Written by

Ariko

Molly’s Game karya sutradara Aaron Sorkin memiliki cerita yang sungguh menakjubkan. Diangkat dari buku non-fiksi karya Molly Bloom, film ini memiliki banyak penggemar. Film yang menceritakan tentang kehidupan bandar judi ini akan membuka perspektif baru.

Drama yang cukup menghibur ini ditangani dengan baik oleh Aaron Sorkin. Sutradara yang memiliki spesialisasi pada film biografi ini mampu membawa Molly’s Game tidak membosankan.

Kegigihan Molly sebagai Bandar Judi

Film ini mengisahkan tentang Molly Bloom, seorang bandar judi perempuan yang diperankan oleh  Jessica Chastain. Karakter Molly adalah seorang pejuang yang berambisi. Pada awalnya, Molly adalah seorang atlet ski.

Ia berjuang dan selalu berlatih agar mampu menang dalam olimpiade. Namun, nasib baik tidak memihak padanya. Mimpinya hancur sebagai atlet ski internasional. Meski demikian, ia kemudian pergi ke Los Angeles.

Di sana, Molly tertarik pada bisnis judi. Pada awalnya ia hidup sebagai pelayan di sebuah klub. Dengan ketekunan dan tekadnya, Molly kemudian belajar membangun bisnisnya. Meski hanya diawali sebagai pelayan pada klub, ia sangat ahli dalam menghadapi berbagai karakter tamu yang datang.

Berkat keahliannya dalam melayani pengunjung, Dean Keith (yang diperankan oleh Jeremy Strong), seorang pengunjung klub tertarik padanya. Ia adalah pebisnis di bidang real estate reveloper. Selain itu, ia memiliki bisnis lain yaitu judi poker underground.

Dean mengajak Molly untuk bekerja sama. Di awal hubungan kerja sama itu, Molly diberi posisi sebagai sekretaris. Berkat keuletannya, Dean kemudian memberikan kepercayaan pada Molly untuk menjalankan bisnis pokernya.

Selain ulet dan pekerja keras, Molly adalah karakter yang cepat beradaptasi. Meski awalnya ia tidak bisa dan tidak mengenal poker, ia terus belajar. Dari bisnis inilah ia kemudian belajar berkat Dean.

Hal yang dipelajari Molly adalah trik yang dipakai para pemain poker. Dari obrolan-obrolan yang biasa dibicarakan pemain poker, ia tahu bagaimana gerak-gerik pemain poker. Dalam waktu yang singkat, ia pun menjadi orang yang memahami teknik poker profesional.

Ketika Molly menikmati waktunya dalam bisnis poker ini, Dean memecat Molly. Molly tak patah semangat, berkat kecerdasannya ia justru mampu mengambil alih permainan poker milik Dean. Setelah itu, ia menjadi bandar poker yang disegani dan sukses.

Alur Cerita Bandar Judi yang Maju Mundur dalam Film Molly’s Game

Aaron Sorkin merupakan sutradara yang tidak lagi diragukan kemampuannya. Ia memiliki ciri khas pada pembawaan alur cerita yang acak. Biasanya ia membawa cerita dengan alur maju dan mundur. Sehingga film Molly’s Game yang digarapnya menjadi tidak membosankan.

Beberapa adegan flashback langsung disajikan dalam pembuka. Seperti kisah Molly yang sedang konsultasi dengan pengacaranya, Charlie Jaffey (diperankan oleh Idris Elba). Meski diawali dengan adegan flashback, kisahnya justru dibawakan dengan baik oleh Sorkin.

Meski film Molly’s Game memiliki unsur drama dan biografi, tetapi cukup menegangkan dalam kategori film serupa. Dengan durasi selama 140 menit, Sorkin membuat film ini tidak bertele-tele. Salah satu kuncinya adalah menceritakannya dengan non-linier.

Non-linier yang dimaksud di sini tentu saja unsur flashback-nya. Hampir separuh film ini menggunakan alur maju mundur. Meskipun demikian, cerita yang dibawakan tetap mudah dipahami oleh penonton.

Alur maju mundur ini membawa 2 garis besar cerita. Dunia perjudian dan bandar judi yang terkini serta drama antar tokoh (pengacara dan klien) yang berdialog panjang dan beruntut. Ciri khas dari Aaron Sorkin adalah membumbui filmnya dengan deretan percakapan panjang tetapi terlihat berbobot.

Bahkan selain alur mundur di awal cerita, Sorkin memberikan monolog Molly yang panjang sebagai pembuka. Monolog ini bahkan memakan durasi beberapa menit tetapi mampu membius penonton. Wah cukup menarik sekali ya karakteristik dari Sorkin ini.

Aaron Sorkin, Sutradara Film Terbaik untuk Kisah Judi Molly’s Game

Dipilihnya Aaron Sorkin sebagai sutradara dalam Molly’s Game tentu saja bukan keputusan yang salah. Pilihan ini sangat tepat dan benar. Reputasi Sorkin yang luar biasa membuat Molly’s Game tampil dengan memuaskan.

Perjalanan karir Aaron Sorkin di bidang hiburan cukup menakjubkan. Ia dikenal sebagai penulis naskah film dan teater paling ternama. Beberapa karya yang diadaptasi menjadi film adalah The Farnsworth Invention dan A Few Good Men.

Sedangkan di ranah pertelevisian, Sorkin juga menjadi tokoh paling mahsyur. Beberapa judul ternama merupakan karyanya, seperti serial The West Wing, Sport Night, Studio 60 on the Sunset Strip, dan The Newsroom.

Bahkan karyanya yang berjudul The Social Network meraih penghargaan sebagai skenario saduran terbaik dalam piala oscar. Di tahun 2016, ia menyabet penghargaan piala Golden Globe pada skenario terbaik untuk film Steve Jobs.

Setelah perjalanannya yang sangat memuaskan ini, Sorkin memulai debutnya sebagai sutradara film. Molly’s Game menjadi film pertama yang ia sutradarai. Meskipun demikian, ia tetap memberikan karya yang luar biasa di film ini.

Baca juga: Rekonstruksi Film Judi sebagai Kritik Sosial Masyarakat

Wah menarik sekali bukan, tertarik untuk menontonnya?

Previous article

Killing Them Softly, Drama Kriminal pada Rumah Judi

Next article

Film Mississippi Grind: Bangkrutnya Pemain Judi Ulung